Langsung ke konten utama

Video: Apa Itu CubeSat?

Video berikut akan mengurai CubeSat secara singkat. CubeSat adalah sebuah satelit mini yang didesain dan dibuat oleh sekolah, universitas dan institusi untuk melakukan misi ilmiah di luar angkasa dengan biaya murah.

Diproduksi oleh NASA’s Launch Services Program
 
CubeSat adalah sebuah satelit berukuran sangat kecil yang mengorbit Bumi. Berbentuk kubus, panjang, lebar dan tinggi CubeSat adalah 4 inci atau sekitar 10 cm. Ukuran standar itu disebut satu unit atau “1U”, cukup kecil untuk kita pegang di telapak tangan dan bobotnya juga sangat ringan, sekitar 450 gram.
 
Seperti building blocks, CubeSat juga dapat disusun menjadi unit yang lebih besar, menjadi dua, tiga atau bahkan enam unit. Begitu berada di luar angkasa, CubeSats dapat membuka semua jenis instrumen ilmiah, seperti panel surya untuk sumber daya, antena komunikasi, teleskop dan lain-lain.
 
CubeSat dianggap sebagai sebuah terobosan hebat di bidang satelit, karena dapat didesain dan dibuat oleh sekolah, universitas, institusi dan tim ilmuwan lain untuk melakukan misi ilmiah di luar angkasa.
 
CubeSat juga dibuat dari suku cadang standar berbiaya rendah yang mudah didapat, dan dapat diuji untuk keamanan peluncuran. Beberapa pesawat antariksa yang diluncurkan NASA juga menyertakan misi CubeSat, karena CubeSat memang tidak membutuhkan terlalu banyak ruang.
 
Jadi, hanya dengan mendesain, membuat dan meluncurkan CubeSat, sekarang kamu sudah dapat menjadi seorang penjelajah antariksa. Dengan CubeSat, siapa tahu ada banyak hal menarik yang akan kamu temukan!
 
Sumber: What Is A CubeSat?
 
#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...