Langsung ke konten utama

Video: Apakah Mars Benar-Benar Berwarna Merah?

Mars sering dikenal sebagai Planet Merah, tetapi apakah merah adalah warna Mars yang sebenarnya? Video berdurasi 60 detik ini menjawab salah satu pertanyaan paling umum tentang planet tetangga kita itu.

 
Narasi:
 
Apakah Mars benar-benar berwarna merah?
 
Jika kamu dapat melihat Mars di langit malam, dipastikan planet itu memiliki warna yang kemerahan. Umat manusia telah memperhatikannya sejak dulu, bahkan peradaban Mesir Kuno menyebut Mars sebagai “Yang Berwarna Merah”.
 
Lantas, bagaimana Mars bisa memperoleh warna yang kemerahan itu?
 
Sebagian besar bebatuan Mars penuh dengan kandungan besi. Dan ketika terpapar di alam terbuka, bebatuan itu mengalami proses oksidasi dan berubah kemerahan, seperti sebuah sepeda tua yang berkarat karena ditaruh di luar rumah dan tidak pernah dipakai.
 
Ketika debu-debu yang berkarat dari bebatuan diterpa angin dan naik ke atmosfer, mereka membuat langit Mars terlihat berwarna merah muda. Dari jauh, seluruh planet terlihat agak kemerahan. Namun jika mengamatinya dari dekat, misalnya dengan wahana antariksa pendarat, pengorbit dan rover, kita akan menemukan bahwa sebagian besar planet cenderung berwarna coklat kekuningan.
 
Tergantung pada mineral di sekitarnya, beberapa bentangan alam Mars dapat berwarna lebih keemasan, coklat, sawo matang, atau bahkan sedikit berwarna kehijauan.
 
Jadi, jika diamati dari dekat, Planet Merah memiliki warna yang lebih bervariasi.
 
Sumber: Mars in a Minute: Is Mars Really Red?
 
#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...