Langsung ke konten utama

Video: Apakah Europa Menyembunyikan Lautan di Bawah Permukaannya?

Video singkat berikut mengurai mengapa para ilmuwan menduga Europa, salah satu bulan beku Jupiter, menampung air dua kali lebih banyak daripada planet Bumi kita.

 
Air menutupi hingga tiga perempat permukaan Bumi. Namun, Europa, salah satu bulan beku Jupiter, diduga menampung air dua kali lebih banyak daripada planet Bumi kita, tepat di bawah permukaannya!
 
Lantas, mengapa para ilmuwan memiliki pemikiran seperti itu?
 
Pertama, misi pesawat antariksa yang menjelajahi sistem Jupiter, telah mengungkapnya kepada kita. Sebagian besar permukaan Europa terbuat dari es air yang bercampur dengan garam.
 
Kedua, permukaan Europa cenderung berbeda dengan permukaan banyak benda langit anggota tata surya lainnya. Para ilmuwan telah menemukan banyak retakan dan pegunungan, tetapi hanya ada sedikit kawah di permukaan Europa. Lautan bawah tanah diduga menyebabkan permukaan retak dan menjadi lebih hangat, serta mengubah bentang alam dan menghapus kawah.
 
Sementara petunjuk terakhir yang paling menarik adalah perubahan pada medan magnet Europa. Dan hanya lautan air asin tersembunyi yang dapat menghantarkan listrik sekuat itu.
 
Misi masa depan NASA diharapkan mengungkap dengan pasti apakah Europa benar-benar memiliki lautan, sekaligus menjadi langkah selanjutnya untuk mengungkap, apakah dunia yang misterius itu juga memiliki kondisi yang ideal untuk menampung kehidupan?
 
Sumber: Space Shorts: Could Jupiter’s Moon Europa Have an Ocean?
 
#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...