Langsung ke konten utama

Apakah NASA Menemukan Bentuk Kehidupan Asing?

telekonferensi-nasa-untuk-mengumumkan-penemuan-teleskop-kepler-astronomi
Kredit gambar: Pixabay

NASA sedang mempersiapkan diri untuk mengumumkan penemuan terbaru yang dihasilkan oleh Teleskop Antariksa Kepler dalam misi pencarian eksoplanet, atau planet di luar tata surya. Mungkin saja penemuan dimaksud dapat mengubah arah perjalanan sejarah manusia.

Pada hari Kamis, tanggal 14 Desember 2017 pukul 13.00 EST (waktu setempat), NASA akan menggelar telekonferensi untuk mempublikasikan penemuan eksoplanet jauh, yang berpotensi mengungkap bagaimana dunia memberikan reaksi apabila memang benar kehidupan di luar Bumi ditemukan.

Para periset membuat penemuan menggunakan mesin Kecerdasan Buatan (AI) besutan Google, yang secara otomatis mengolah data sekaligus mendemonstrasikan cara-cara baru untuk menganalisis data Kepler.

Kepler memulai misi K2 pada tahun 2012 untuk mencari eksoplanet, mengamati bintang dan supernova, dan direncanakan untuk terus beroperasi hingga tahun 2014.


Jika kabar penemuan yang dihasilkan Kepler tidak membuatmu tertarik, pertimbangkanlah hal berikut! Hanya dalam misi pertamanya saja, teleskop antariksa milik NASA ini telah menemukan 4.496 kandidat eksoplanet. 2.337 di antaranya telah dikonfirmasi, termasuk 30 planet seukuran Bumi yang mengorbit bintang induk masing-masing dari zona layak huni, atau wilayah orbit ideal yang dapat menampung air cair di permukaan planet dan kondisi atmosfer yang dapat menopang kehidupan.

Selain itu, misi K2 juga telah menemukan 515 kandidat eksoplanet, dan 178 di antaranya telah dikonfirmasi.


Publikasi terakhir penemuan Kepler adalah studi tentang Gugus Sarang Lebah atau Messier 44, ikatan kosmik yang terdiri dari sekitar 200 bintang dan dianggap sebagai lokasi potensial untuk menemukan eksoplanet.

Sementara Gugus King Cobra atau Messier 67 juga terus diamati, karena bintang di dalamnya memiliki usia yang setara dengan Matahari kita dan dapat digunakan sebagai paralel untuk memahami tata surya kita.

Kepler juga terus memonitor sebuah planet istimewa yang telah dikonfirmasi menjadi tempat perlindungan bagi kehidupan. Planet tersebut adalah Bumi, tempat tinggal kita. Kepler menghabiskan waktu sekitar setengah jam untuk mengabadikan Bumi dan Bulan. Karena ditempatkan cukup jauh dari Bumi, foto yang dihasilkan Kepler hanyalah gumpalan buram dunia kita, jauh jika dibandingkan dengan foto legendaris "kelereng biru" berawan Bumi kita.

Ditulis oleh: Ian S, www.outerplaces.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...