Langsung ke konten utama

Messier 75, Gugus Bintang Globular Padat nan Cemerlang

messier-75-gugus-bola-bintang-informasi-astronomi
Kredit gambar: ESA/Hubble & NASA, F. Ferraro dkk.

Gemerlap dari sekumpulan bintang ini adalah Messier 75 (NGC 6684), gugus bintang globular yang terdiri dari ratusan ribu bintang yang disatukan oleh gaya gravitasi. Gugus bintang globular kerap ditemukan mengorbit galaksi induk dari wilayah terluar yang tidak terlalu ramai. Mereka kerap ditemukan membentuk komunitas padat di pinggiran galaksi.

Sebagai bagian dari galaksi Bima Sakti kita, Messier 75 terletak sekitar 67.000 tahun cahaya dari Bumi di rasi Sagitarius. Dari sekitar 400.000 bintang penyusun Messier 75, mayoritas ditemukan di inti gugus. Messier 75 adalah salah satu gugus bintang globular terpadat yang pernah ditemukan dengan luminositas fenomenal sekitar 180.000 kali luminositas Matahari.

Ditemukan pertama kali oleh Pierre Méchain pada tahun 1780, Messier 75 juga diamati oleh Charles Messier dan dimasukkan ke dalam katalog yang ia susun. Citra Messier 75 ini diabadikan oleh Advanced Camera for Surveys Teleskop Antariksa Hubble NASA/ESA.

Messier 75 memiliki beberapa fitur menarik yang dapat diamati dari belahan bumi utara.


messier-75-informasi-astronomi
Bagan bintang Messier 75 ini mewakili pemandangan dari garis lintang utara tengah untuk bulan dan waktu tertentu.
Kredit: Image courtesy of Stellarium.

Ditulis oleh: Staf www.nasa.gov, editor: Rob Garner

#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...