![]() |
Kredit: CNN |
Lebih
dari 10 tahun sejak ditemukan, 2007 OR10 adalah sebuah planet katai anggota tata surya yang belum memiliki nama. Tiga orang astronom yang menemukannya
mengharapkan bantuan publik untuk memberinya nama. Meg Schwamb, Mike Brown dan
David Rabinowitz mengumumkan kampanye untuk memilih sebuah nama yang sesuai
dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh The Planetary Society.
Pemberian nama objek di tata surya kita, selama ini dilakukan oleh Himpunan Astronomi
International (IAU). Dan IAU telah memilih tiga
alternatif nama bagi 2007 OR10. Kamu hanya perlu memilih salah satunya.
2007
OR10 ditemukan pada tanggal 17 Juli 2007 sebagai upaya pencarian Objek Sabuk Kuiper (KBO) di wilayah terluar tata surya. Berdasarkan pengukuran terbaru, diameter 2007 OR10 ternyata sekitar 250 kilometer lebih
besar daripada perhitungan sebelumnya. Ukuran ini menobatkannya sebagai planet
katai terbesar ketiga.
Gonggong,
Holle, atau Vili
![]() |
Ilustrasi planet katai 2007 OR10 Kredit: wierd.com |
Nama yang disematkan kepada anggota tata surya seukuran Pluto, selalu menceritakan
kisah tentang karakteristik masing-masing. Selama ini para astronom belum
mendapatkan cukup informasi tentang 2007 OR10, sehingga IAU kesulitan memberinya
nama yang sesuai.
Dan
setelah para astronom mengungkap karakteristik planet katai ini,
meliputi diameter, periode rotasi dan variasi kecerahan permukaan, ketiga
orang penemunya merasa sudah saatnya 2007 OR10 memperoleh nama resmi. Semua
pilihan nama yang tersedia dikaitkan dengan makhluk mitologis dan tokoh yang
mencerminkan sifat fisik 2007 OR10.
Gonggong:
Dewa air Tiongkok berambut merah yang berekor seperti ular, dikenal kerap menciptakan kekacauan, menyebabkan banjir, dan memiringkan Bumi.
Holle:
Dewi kesuburan dan kelahiran dalam mitologi musim dingin Eropa. Dikenal sebagai
pelindung kerajinan rumah tangga, terutama pemintalan.
Vili:
Vili adalah dewa dalam mitologi Nordik. Bersama dengan kedua saudaranya, Odin
dan Vé, Vili mengalahkan raksasa es Ymir dan menggunakan tubuh Ymir untuk
menciptakan kosmos.
Untuk
memilih caranya sangat mudah, kamu dapat mengikuti tautan berikut, tapi
sebaiknya ketahui beberapa fakta menarik berikut sebelum menentukan pilihanmu.
Planet Katai Cenderung Menyembunyikan Rahasia Misterius
![]() |
Kredit: NASA |
Anggota tata surya bukan hanya delapan planet utama. Kecuali Ceres yang terletak di Sabuk Asteroid antara Mars dan Jupiter, ada pula planet-planet katai yang bersembunyi di luar Neptunus.
Ukuran
yang kecil dan sangat jauh dari Bumi membuat mereka sulit diamati. Jadi tidak
heran para astronom baru bisa menemukan sebagian besar dari mereka hanya
dalam satu dekade terakhir.
Pluto
adalah contoh utama yang menunjukkan tingkat kesulitan untuk menemukan mereka. Sebelum pesawat antariksa
New Horizons NASA mengunjunginya pada tahun 2015, planet katai terbesar tata surya ini
hanya terlihat sebagai sebuah gumpalan samar, bahkan bagi Teleskop Antariksa
Hubble NASA yang legendaris.
Menentukan
karakteristik planet-planet katai yang jauh dari Bumi dengan tingkat
reflektivitas rendah adalah upaya yang tidak mudah, karena mereka hanya terlihat
sebagai titik-titik cahaya.
Bagaimana Para Astronom Menentukan Karakteristik Planet Katai?
![]() |
Kredit: NASA |
Mengingat
tantangan dalam observasi dunia-dunia jauh ini, para astronom sering
menggabungkan data dari berbagai sumber untuk menggali rincian dasar terkait sifat alami mereka.
Instrumen
optik yang sangat peka terhadap perubahan kecil dalam skala kecerahan, seperti Teleskop Antariksa Kepler NASA, kerap diandalkan untuk mengamati
pantulan cahaya dari benda-benda di wilayah terluar tata surya. Demikian pula
dengan instrumen inframerah yang mampu mendeteksi pantulan cahaya sebagai
panas, seperti Observatorium Antariksa Herschel ESA (Badan Antariksa Eropa).
Apabila
dikombinasikan, kedua instrumen akan menyatukan dua rangkaian data dari setiap
panjang gelombang yang menyediakan estimasi ukuran, periode rotasi dan
tingkat reflektivitas planet-planet katai.
2007 OR10, Planet Katai Terbesar Ketiga
![]() |
Kredit: NASA |
Kerjasama
antara para ilmuwan dari NASA dan ESA juga mengupayakan hal serupa, mereka
menggabungkan data dari Kepler dan Herschel untuk mengungkap ukuran 2007 OR10 yang sebenarnya.
Pengukuran terbaru mematok 2007 OR10 sebagai planet katai terbesar ketiga tata surya, hanya kalah dari Pluto dan Eris. Revisi pengukuran diameter 2007 OR10
menghasilkan angka 1.535 kilometer, sekitar 250 kilometer lebih besar daripada
perhitungan sebelumnya.
2007
OR10 juga diketahui berotasi lebih lambat daripada hampir seluruh anggota tata surya lainnya dan membutuhkan waktu hampir 45 jam untuk menyelesaikan satu kali
rotasi.
Voting Nama 2007 OR10 Berakhir pada Tanggal 10 Mei 2019
Fakta
menarik 2007 OR10 yang ternyata ukurannya lebih besar, medan gravitasi yang
lebih kuat dan permukaan yang gelap bercorak kemerahan, membuatnya unik
dibandingkan rekan-rekannya yang permukaannya jauh lebih terang.
Apapun nama yang disematkan kepada 2007 OR10, apresiasi harus diberikan
kepada para penemunya. Meg Schwamb, Mike Brown dan David Rabinowitz adalah tiga
orang astronom yang pertama kali melihatnya pada tahun 2007 menggunakan
Teleskop Samuel Oschin di Observatorium Palomar, dekat San Diego, California.
Jadi
jangan lupa ya, dia membutuhkan bantuanmu sebelum voting ditutup pada tanggal
10 Mei 2019. Dari tiga kandidat nama yang tersedia ini, Gonggong, Holle dan
Vili, menurutmu siapa yang akan memperoleh suara terbanyak?
Sumber:
A planet in our solar system needs a name -- and you can help dan 2007 OR10: Largest Unnamed World in the Solar System
Komentar
Posting Komentar