Langsung ke konten utama

Lubang Hitam Galaksi Andromeda Ciptakan Ilusi Nukleus Ganda

lubang-hitam-galaksi-andromeda-ciptakan-ilusi-nukleus-ganda-informasi-astronomi
Kredit: NASA, ESA, dan T. Lauer (NOAO); WIYN/KPNO: T. Rector dan B. Wolpa (NOAO/AURA/NSF)

Gambar terbaru yang dibidik oleh Teleskop Antariksa Hubble NASA ini menyorot lubang hitam dengan massa 100 juta kali lipat Matahari di pusat galaksi spiral Messier 31 atau Andromeda, tetangga utama terdekat Bima Sakti yang bisa diamati hanya dengan mata telanjang, sekaligus satu-satunya galaksi raksasa selain Bima Sakti di Grup Lokal.

Inilah citra cahaya kasat mata paling tajam yang pernah dihasilkan dari inti galaksi di luar Bima Sakti.

Horizon peristiwa, wilayah terdekat di sekitar lubang hitam sebagai batas tidak bisa kembali, terlalu kecil untuk diamati, tetapi berada di dekat pusat gugus bintang biru padat di tengah gambar. Gugus bintang biru padat yang dikelilingi oleh “nukleus ganda” Andromeda, ditemukan oleh Hubble pada tahun 1992. Nukleus ganda adalah cincin elips dari bintang-bintang lanjut usia kemerahan yang turut mengorbit lubang hitam dari jarak yang lebih jauh daripada bintang-bintang biru. Pada titik terjauh orbit, mereka bergerak lebih lambat sehingga menghasilkan ilusi nukleus kedua.

Usia bintang-bintang biru yang mengitari lubang hitam tidak melampaui 200 juta tahun (relatif singkat dalam skala waktu astronomi), oleh karena itu mereka dipastikan terbentuk di dekat lubang hitam. Bintang-bintang biru masif cenderung berumur pendek, sehingga tidak punya cukup waktu untuk melakukan migrasi di sekitar lubang hitam jika terbentuk di tempat lain.

Para astronom terus berusaha memahami bagaimana bintang-bintang muda yang kurang beruntung seperti mereka terbentuk di dalam cengkeraman gravitasi lubang hitam, termasuk bagaimana cara mereka bertahan di lingkungan kosmik yang begitu ekstrem.

Bintang-bintang belia juga ditemukan terikat erat dengan lubang hitam pusat di galaksi Bima Sakti, mengindikasikan fenomena tersebut umum di galaksi spiral.

Astronom Tod R. Lauer dari National Optical Astronomy Observatory di Tucson Arizona, menghimpun gambar wilayah nukleus Andromeda dengan menyatukan beberapa eksposur resolusi tinggi cahaya biru dan ultraviolet dari nukleus menggunakan Advanced Camera for Surveys Hubble selama September 2005 dan Februari 2006. Dari kombinasi galeri foto Hubble, Lauer bisa mengkonstruksi pemandangan detail dari inti galaksi Andromeda.

Ditulis oleh: Staf hubblesite.org


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...