Langsung ke konten utama

Messier 18, Gugus Bintang Terbuka Paling Sulit Ditemukan

Messier 18 adalah sebuah gugus bintang terbuka relatif redup yang terletak di rasi Sagitarius. Terletak 4.900 tahun cahaya dari Bumi dan magnitudo semu 7,5, Messier 18 juga diberi kode NGC 6613 di New General Catalogue.

Messier 18 diduga menyusun sistem gugus biner bersama NGC 6618 di dekatnya. Para astronom berspekulasi kedua gugus bintang terbuka yang saling berdekatan mengisyaratkan mereka sebelumnya terbentuk bersamaan.

Messier 18 adalah salah satu penemuan original astronom Prancis Charles Messier.

Messier memasukkannya ke dalam katalog objek mirip komet pada tanggal 3 Juni 1764 dan menggambarkannya sebagai “gugus bintang kecil, sedikit di bawah nebula, No. 17, dikelilingi oleh sedikit nebulositas, gugus ini kurang jelas diamati daripada objek sebelumnya, No. 16: dengan teleskop 3,5 kaki biasa, gugus ini tampak seperti nebula; tetapi dengan teleskop bagus pengamat tidak melihat apa-apa selain bintang.”

messier-18-gugus-bintang-terbuka-paling-sulit-ditemukan-informasi-astronomi
Messier 18.
Kredit gambar: Wikisky

Dalam entri katalog pertamanya, Messier menulis:

Pada malam yang sama [3-4 Juni 1764], saya telah menemukan objek yang terletak hampir di bawah nebula (Messier 17), gugus bintang kecil, bertetangga dalam nebulositas tipis; mungkin memanjang 5 menit busur: penampilannya kurang bisa diamati menggunakan refraktor biasa [non-achromatic] 3 kaki & setengah [FL] dibandingkan dengan dua objek sebelumnya [Messier 16 dan Messier 17]: dengan refraktor sederhana, gugus bintang ini muncul dalam wujud nebula; tetapi ketika menggunakan instrumen yang bagus, seperti yang telah saya lakukan, seseorang akan melihat dengan lebih jelas banyak bintang kecil: setelah melakukan pengamatan, saya telah menentukan posisinya: asensio rekta 271d 34′ 3″, dan deklinasi 17d 13′ 14″ selatan.

Messier 18 diperkirakan baru berumur sekitar 32 juta tahun, membuatnya cukup muda dalam skala waktu astronomi. Bintang-bintang terpanas Messier 18 memiliki klasifikasi spektral B3. Selain didominasi oleh bintang berukuran cukup kecil, Messier 18 juga menampung beberapa bintang terang berwarna biru, kuning dan oranye serta sedikit debu dan nebulositas.

Messier 18 terletak di antara dua objek Messier terkemuka lainnya, Messier 17 (Nebula Omega atau Nebula Angsa) dan Messier 24 (Awan Bintang Sagittarius). Gugus ini sulit ditemukan karena berukuran kecil, jauh dan tidak bisa diamati tanpa bantuan alat. Messier 18 adalah objek tersulit untuk ditemukan di antara 11 objek Messier lainnya di area langit yang sama. Ditambah letaknya yang tepat berada di latar belakang bidang galaksi, Messier 18 semakin sulit ditemukan, termasuk untuk menentukan dengan pasti berapa banyak jumlah bintang di dalamnya.

messier-18-gugus-bintang-terbuka-paling-sulit-ditemukan-informasi-astronomi
Messier 17 (Omega Nebula), Messier 18 dan Messier 24 (Awan Bintang Sagittarius).
Gambar: Wikisky

Menggunakan teropong, cara termudah untuk menemukan Messier 18 adalah dengan melokalisir Messier 17 terlebih dahulu, selanjutnya teropong diarahkan sedikit ke selatan. Atau dengan cara menemukan Messier 24 terlebih dahulu, kemudian mengarahkan teropong sekitar dua derajat ke utara.

Gugus bintang terbuka ini paling ideal diamati menggunakan teleskop kecil yang bisa mengungkap dengan jelas lebih dari selusin bintang yang relatif terang. Mengingat bintang-bintang Messier 18 tidak terlalu terkonsentrasi dan hanya menampung sekitar 20 bintang, Messier 18 tidak terlihat mengesankan bila diamati dengan teleskop berukuran besar.

Waktu terbaik untuk mengamati Messier 18 adalah saat musim panas, ketika Sagitarius muncul di atas cakrawala selatan malam hari.

lokasi-messier-18-informasi-astronomi
Lokasi Messier 18.
Kredit: IAU dan Sky & Telescope magazine (Roger Sinnott & Rick Fienberg)

Ditulis oleh: Staf www.messier-objects.com

Sumber: Messier 18
#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...