Langsung ke konten utama

Messier 71, Gugus Bintang Globular Termuda dan Terkecil

messier-71-gugus-bintang-globular-termuda-dan-terkecil-informasi-astronomi
Kredit: ESA/Hubble dan NASA

Sejak ditemukan pada tahun 1746 oleh astronom Swiss Jean-Philippe Loys de Chéseaux, sifat Messier 71 (NGC 6838) telah menjadi subyek misterius bagi berbagai studi astronomi. Selama berabad-abad, Messier 71 diklasifikasikan sebagai gugus bintang terbuka padat abnormal sekaligus gugus bintang globular longgar yang tak biasa.

Mengingat tidak memiliki begitu banyak populasi bintang yang terkonsentrasi di pusat gugus dan komposisi elemen bintang di dalam gugus mengindikasikan usia Messier 71 yang lebih muda daripada sebagian besar gugus bintang globular, semula Messier 71 dianggap sebagai gugus bintang terbuka.

Pada tahun 1970-an, para astronom meneliti relasi antara kecerahan dan suhu bintang di dalam gugus. Mereka menemukan satu karakteristik yang merupakan ciri khas dari gugus bintang globular, sehingga Messier 71 diklasifikasi ulang menjadi gugus bintang globular muda yang longgar. Klasifikasi baru ini menjadikan Messier 71 sebagai gugus bintang globular termuda dan terkecil.

Gugus bintang globular layaknya daerah pinggiran kota metropolitan, kantong-kantong bintang yang terletak di pinggiran galaksi. Karena terikat sangat erat oleh gaya gravitasi, gugus ini membentuk ikatan menyerupai bola dan diberi nama “globulus” dalam bahasa Latin yang berarti “bola kecil”. Galaksi Bima Sakti menampung sekitar 150 gugus bintang globular, masing-masing gugus menampung beberapa ratus ribu bintang.

Gambar Messier 71 yang diabadikan oleh Teleskop Antariksa Hubble NASA ini adalah komposit dari observasi spektrum cahaya kasat mata dan inframerah. Terletak sekitar 13.000 tahun cahaya dari Bumi di rasi Sagitta (Panah), magnitudo semu Messier 71 adalah 6,1 dan hanya terlihat sebagai bercak cahaya redup jika diamati menggunakan teropong binokular. Messier 71 paling ideal diamati selama bulan September.

bagan-bintang-messier-71-informasi-astronomi
Bagan bintang Messier 71 ini mewakili pemandangan dari garis lintang utara-tengah untuk bulan dan waktu tertentu.
Kredit: Image courtesy of Stellarium

Ditulis oleh: Staf www.nasa.gov, editor: Rob Garner

Sumber: Messier 71
#terimakasihgoogle dan #terimakasihnasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah?

Ketika memandang langit malam, kamu mungkin pernah memperhatikan bentuk bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya. Perbedaan tampilan bentuk ini disebabkan oleh fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi. Bulan purnama berlangsung saat seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari. Tapi tahukah kamu, bulan purnama tidak selalu terlihat sama? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara pada waktu yang lain, ukuran bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah. Perubahan penampilan ini bisa terjadi karena pergeseran posisi bulan di antara matahari dan bumi. Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, Mereka adalah bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon . Bloodmoon (bulan darah) Bloodmoon di langit malam pada tahun 2014. Kredit: Pusat Penelitian Ames NASA/Brian Da...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Diameter Bumi

Kredit: NASA, Apollo 17, NSSDC   Para kru misi Apollo 17 mengambil citra Bumi pada bulan Desember 1972 saat menempuh perjalanan dari Bumi dan Bulan. Gurun pasir oranye-merah di Afrika dan Arab Saudi terlihat sangat kontras dengan samudera biru tua dan warna putih dari formasi awan dan salju antartika.   Diameter khatulistiwa Bumi adalah  12.756 kilometer . Lantas bagaimana cara para ilmuwan menghitungnya? Kredit: Clementine,  Naval Research Laboratory .   Pada tahun 200 SM, akurasi perhitungan ukuran Bumi hanya berselisih 1% dengan perhitungan modern. Matematikawan, ahli geografi dan astronom Eratosthenes menerapkan gagasan Aristoteles, jika Bumi berbentuk bulat, posisi bintang-bintang di langit malam hari akan terlihat berbeda bagi para pengamat di lintang yang berbeda.   Eratosthenes mengetahui pada hari pertama musim panas, Matahari melintas tepat di atas Syene, Mesir. Saat siang hari pada hari yang sama, Eratosthenes mengukur perpindahan sud...