Langsung ke konten utama

Katai Merah, Bintang Terbanyak Berumur Paling Panjang di Alam Semesta

bintang-katai-merah-informasi-astronomi
Ilustrasi sistem biner (ganda) terdiri dari dua bintang katai merah yang meletuskan serangkaian semburan kuat, sebagaimana diamati oleh Teleskop Antariksa Swift NASA pada tanggal 23 April 2014.
Kredit: Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA/S. Wiessinger

Katai merah mendominasi jumlah populasi bintang di dalam galaksi, dan terlalu redup untuk dilihat tanpa bantuan peralatan astronomi dari Bumi. Karena sangat menghemat emisi radiasi, katai merah berumur sangat panjang, jauh melampaui usia hidup Matahari kita sendiri.

Para ilmuwan menduga, 20 dari 30 bintang di dekat Bumi adalah katai merah. Bahkan, Proxima Centauri, bintang terdekat dari Matahari adalah katai merah.

Istilah “katai merah” tidak selalu mengacu hanya pada satu tipe bintang, dan sering diterapkan pada bintang paling dingin, termasuk bintang katai tipe K dan M yang merupakan bintang sejati dan katai coklat yang sering disebut “bintang gagal” karena tidak mampu melakukan fusi hidrogen di bagian inti.

“Tidak ada definisi pasti untuk katai merah,” kata astronom Michaël Gillon dari University of Liège di Belgia kepada Space.com melalui email. Gillon, yang mempelajari benda-benda langit dingin, adalah bagian dari tim yang mengidentifikasi bintang ultra dingin TRAPPIST-1. “Katai merah umumnya mengacu pada bintang katai dengan tipe spektral mulai dari K5V hingga M5V,” jelas Gillon.

Pembentukan dan Karakteristik

Katai merah terbentuk seperti bintang deret utama lainnya, dari awan debu dan gas yang disatukan oleh gaya gravitasi. Material kemudian menggumpal di tengah dan ketika mencapai suhu tertentu, memulai reaksi fusi nuklir.

Bintang-bintang bermassa rendah juga  tergolong sebagai katai merah, bobotnya hanya sekitar 7,5% hingga 50% massa Matahari. Ukuran yang lebih kecil berarti katai merah membara pada suhu yang lebih rendah pula, hanya 3.500 derajat Celsius dan bersinar jauh lebih redup daripada bintang seperti Matahari. Sebagai perbandingan, suhu Matahari kita mencapai 5.500 derajat Celsius.

Katai merah mengkonsumsi pasokan molekul hidrogen secara perlahan. Sementara bintang-bintang masif hanya menghabiskan bahan bakar hidrogen yang ada di bagian inti, katai merah mengkonsumsi semua hidrogen, baik di dalam inti maupun di luar inti. Semua hal ini menjadi alasan mengapa usia hidup katai merah bisa mencapai triliunan tahun, jauh melampaui usia hidup Matahari yang hanya selama 10 miliar tahun.

bintang-katai-merah-informasi-astronomi
Ilustrasi gas dan debu yang berputar mengitari bintang muda. Pada akhirnya, semua material akan terakumulasi oleh gaya gravitasi dan membentuk planet.
Kredit gambar: NASA/JPL-Caltech

Klasifikasi Katai Merah

Para ilmuwan kadang-kadang kesulitan untuk membedakan antara bintang katai merah dengan katai coklat. Katai coklat lebih redup dan dingin, kemungkinan terbentuk dengan cara yang sama sebagaimana katai merah terbentuk, namun, katai coklat tidak pernah bisa melakukan fusi nuklir karena ukurannya terlalu kecil, oleh karena itu tidak pernah dianggap sebagai bintang sejati.

“Ketika mengamati katai merah dan mengukur atmosfernya, kami sebenarnya tidak berani memastikan, apakah itu katai coklat atau katai merah, mengingat katai coklat hampir mirip bintang ultra dingin,” kata Adam Burgasser, seorang astronom dari Universitas California, San Diego.

Untuk memastikan identitas mereka berdua, maka para astronom mengukur suhu atmosfer. Suhu katai coklat kurang dari 1.727 derajat Celsius, sementara suhu bintang sejati yang mampu melakukan fusi hidrogen melampaui 2.442 derajat Celsius. Di antara kedua suhu ini, sebuah bintang dapat diklasifikasikan sebagai katai merah atau katai coklat.

Terkadang unsur kimia atmosfer dapat menyediakan petunjuk tentang apa yang terjadi di bagian inti. Menurut Burgasser, kehadiran molekul seperti metana atau amonia, yang hanya bisa bertahan pada suhu dingin, mengindikasikan identitas katai coklat. Selain itu, molekul lithium di atmosfer juga bisa menunjukkan identitas katai coklat.

Tetapi para astronom masih sering menggunakan istilah katai merah untuk menggambarkan benda langit kecil dan redup, meskipun benda langit tersebut sebenarnya adalah katai coklat, kata Burgasser.

bintang-katai-merah-informasi-astronomi
Fitur katai coklat merupakan campuran antara bintang dan planet, tetapi katai coklat memiliki entitas unik tersendiri. Ilustrasi katai coklat 2MASSJ22282889-431026 yang diamati secara bersamaan oleh Teleskop Antariksa Hubble dan Spitzer NASA.
(Kredit: NASA/JPL-Caltech)

Bisakah Katai Merah Menampung Planet Layak Huni?

Planet terbentuk dari sisa-sisa material cakram gas dan debu setelah bintang terbentuk terlebih dahulu. Para astronom telah menemukan banyak katai merah yang memiliki sistem planet. Karena lebih redup daripada bintang mirip Matahari, lebih mudah untuk menemukan planet-planet berukuran kecil yang mengelilingi katai merah, sehingga katai merah menjadi target favorit untuk berburu planet. Dua teleskop antariksa besutan NASA, Kepler yang beroperasi antara tahun 2009 hingga 2018 dan Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) yang mulai beroperasi pada tahun 2018, telah mensurvei banyak bintang katai merah untuk menemukan planet mirip Bumi.

Karena planet-planet yang diamati TESS mengorbit bintang-bintang terang yang tidak terlalu jauh dari Bumi, teleskop berbasis darat lebih mudah untuk menindaklanjuti pengamatan. Pada bulan April 2019, NASA telah mengumumkan penemuan planet seukuran Bumi pertama dari misi TESS, meskipun kondisinya tidak ideal untuk menopang kehidupan.

Sejak dulu para ilmuwan berpikir katai merah tidak ramah terhadap kehidupan. Suhu dan cahaya yang terbatas menyebabkan zona layak huni berada sangat dekat dengan katai merah, sehingga menempatkan sistem planet pada jangkauan radiasi mematikan bintang. Beberapa planet mungin akan mengalami penguncian pasang surut, seperti halnya Bulan terhadap Bumi. Berarti satu sisi yang sama selalu menghadap bintang induk secara permanen, menyebabkan satu sisi planet terlalu panas, sedangkan sisi yang lain terlalu dingin.

Pada tahun 2016, sebuah planet yang berpotensi layak huni ditemukan mengorbit katai merah Proxima Centauri (bintang terdekat dengan Bumi). Dan pada tahun 2019, para astronom mengumumkan kandidat planet kedua yang mengorbit jauh di luar zona layak huni bintang Proxima Centauri. Demikian pula dengan katai merah TRAPPIST-1, yang setidaknya diorbit oleh tujuh planet seukuran Bumi. Banyak studi yang memprediksi beberapa dari ketujuh planet TRAPPIST-1 bisa menampung kehidupan.

bintang-katai-merah-informasi-astronomi
Ilustrasi planet hipotesis yang memiliki dua bulan saat mengorbit bintang katai merah. Para astronom menyimpulkan 6% dari seluruh bintang katai merah memiliki planet seukuran Bumi di zona layak huni. Karena katai merah sangat umum, maka secara statistik planet kembaran Bumi seharusnya hanya berjarak 13 tahun cahaya, relatif dekat dalam skala jarak astronomi.
Kredit gambar: David A. Aguilar (CfA)

Penutup

Meskipun berumur sangat panjang, sebagaimana semua bintang di alam semesta, pada akhirnya katai merah akan menutup usia setelah menghabiskan seluruh pasokan bahan bakar hidrogen. Saat hal ini terjadi, katai merah akan berevolusi menjadi katai putih, “jenazah” bintang yang tidak lagi mampu melakukan fusi nuklir. Pada akhirnya, katai putih akan memancarkan semua panasnya dan berevolusi menjadi katai hitam.

Tetapi tidak seperti Matahari, yang akan menjadi katai putih hanya dalam waktu beberapa miliar tahun, katai merah membutuhkan waktu triliunan tahun untuk menghabiskan bahan bakarnya. Kurun waktu ini secara signifikan lebih lama daripada usia alam semesta itu sendiri, yang baru berusia kurang dari 14 miliar tahun. Katai merah memang sedikit redup, tetapi layaknya kura-kura, katai merah dipastikan memenangkan kompetisi bertahan hidup.

Ditulis oleh: Nola Taylor Redd, www.space.com


#terimakasihgoogle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inti Galaksi Aktif

Ilustrasi wilayah pusat galaksi aktif. (Kredit: NASA/Pusat Penerbangan Antariksa Goddard) Galaksi aktif memiliki sebuah inti emisi berukuran kecil yang tertanam di pusat galaksi. Inti galaksi semacam ini biasanya lebih terang daripada kecerahan galaksi. Untuk galaksi normal, seperti galaksi Bima Sakti, kita menganggap total energi yang mereka pancarkan sebagai jumlah emisi dari setiap bintang yang ada di dalamnya, tetapi tidak dengan galaksi aktif. Galaksi aktif menghasilkan lebih banyak emisi energi daripada yang seharusnya. Emisi galaksi aktif dideteksi dalam spektrum inframerah, radio, ultraviolet, dan sinar-X. Emisi energi yang dipancarkan oleh inti galaksi aktif atau active galaxy nuclei (AGN) sama sekali tidak normal. Lantas bagaimana AGN menghasilkan output yang sangat energik? Sebagian besar galaksi normal memiliki sebuah lubang hitam supermasif di wilayah pusat. Lubang hitam di pusat galaksi aktif cenderung mengakresi material dari wilayah pusat galaksi yang b...

Apa Itu Kosmologi? Definisi dan Sejarah

Potret dari sebuah simulasi komputer tentang pembentukan struktur berskala masif di alam semesta, memperlihatkan wilayah seluas 100 juta tahun cahaya beserta gerakan koheren yang dihasilkan dari galaksi yang mengarah ke konsentrasi massa tertinggi di bagian pusat. Kredit: ESO Kosmologi adalah salah satu cabang astronomi yang mempelajari asal mula dan evolusi alam semesta, dari sejak Big Bang hingga saat ini dan masa depan. Menurut NASA, definisi kosmologi adalah “studi ilmiah tentang sifat alam semesta secara keseluruhan dalam skala besar.” Para kosmolog menyatukan konsep-konsep eksotis seperti teori string, materi gelap, energi gelap dan apakah alam semesta itu tunggal ( universe ) atau multisemesta ( multiverse ). Sementara aspek astronomi lainnya berurusan secara individu dengan objek dan fenomena kosmik, kosmologi menjangkau seluruh alam semesta dari lahir sampai mati, dengan banyak misteri di setiap tahapannya. Sejarah Kosmologi dan Astronomi Pemahaman manusia ...

Messier 78, Nebula Refleksi yang Mengelabui Para Pemburu Komet

Kredit: NASA, ESA, J. Muzerolle (Space Telescope Science Institute) dan S. Megeath (Universitas Toledo) Gambar penuh warna ini menampilkan sebagian kecil dari struktur objek Messier 78, sebuah nebula refleksi yang terletak di rasi Orion. Nebula refleksi diciptakan oleh awan debu kosmik yang menghamburkan atau memantulkan cahaya bintang yang berada di dekatnya. Messier 78 terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dengan magnitudo semu 8. Ditemukan pada tahun 1780 oleh Pierre Méchain, salah satu kolega Charles Messier, Messier 78 dan paling ideal diamati pada bulan Januari menggunakan teropong dan teleskop kecil. Dibutuhkan setidaknya teleskop berdiameter 8 inci untuk mengungkap nebula refleksi secara mendetail. Messier 78 memiliki fitur khas mirip komet, yaitu salah satu sisi nebula yang memanjang layaknya ekor komet. Fitur ini telah mengelabui banyak pemburu komet saat itu, yang mendorong mereka untuk meyakini telah membuat penemuan baru. Observasi dalam spektrum inf...